Tampilkan postingan dengan label Noordin M Top. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Noordin M Top. Tampilkan semua postingan

Kamis, 17 September 2009

Merunut Jejak Noordin M Top

by: Kusnadiyono Sip
Noordin M Top

Noordin M Top seorang warga negara Malaysia, kelahiran Kluang Johor, Malaysia, 11 Agustus 1968. Di negerinya Noordin adalah lulusan Universiti Teknologi Malaysia.

Noordin diyakini polisi merupakan orang yang paling bertanggung jawab di balik empat peristiwa pengeboman di Indonesia, yakni Hotel JW Marriott di Jakarta tahun 2003, Kedutaan Besar Australia di Kuningan-Jakarta tahun 2004, tiga restoran di Denpasar-Bali tahun 2005, dan dua hotel di kawasan Mega Kuningan Jakarta, yakni JW Marriott dan The Ritz-Carlton pada 17 Juli 2009.

Noordin selama ini menjalankan aksinya dengan memanfaatkan orang dari organisasi Al Jamaah Al Islamiyah atau Jemaah Islamiyah (JI). Noordin sendiri menganggap dirinya sebagai pemimpin sayap militer JI. Namun, banyak dari anggota JI memandang kelompok Noordin sebagai kelompok sempalan JI. Diperkirakan sejak tahun 2003, Noordin dan kelompoknya merencanakan dan menjalankan aksinya sendiri. Sejak sekitar tahun 2004, bahkan Noordin kerap merekrut orang-orang muda dari organisasi lain ataupun yang tak berpayung dalam suatu organisasi.

Saat bersekolah mengambil gelar sarjana S-1 di Universiti Teknologi Malaysia, sekitar tahun 1995, Noordin mulai kerap bersinggungan dengan pondok pesantren Luqmanul Hakiem, yang tak jauh dari kampusnya. Ponpes ini merupakan salah satu sekolah jaringan JI di Malaysia. Belakangan, Noordin menjadi kepala sekolah di ponpes itu hingga tahun 2001. Ketika Malaysia intensif memberangus jaringan JI, ponpes itu pun berhenti beroperasi tahun 2002.


Lari ke Indonesia

Noordin kemudian melarikan diri ke Indonesia, yakni ke Riau, Sumatera, sekitar awal tahun 2002. Dari Riau, Noordin pindah ke Bukittinggi, Sumatra Barat. Kemudian, pada Januari 2003, Noordin, Rais, dan Azhari Husin (warga negara Malaysia, sudah tewas) pindah ke Bengkulu. Di Bengkulu inilah, Noordin mulai terlecut ide untuk menggelar aksi pengeboman spektakuler, yang lalu berujung pada sasaran JW Marriott pada 5 Agustus 2003.

Noordin juga kerap mengklaim dirinya sebagai Al Qaeda untuk kepulauan Melayu. Bahkan, dia sempat memakai nama samaran Aiman yang merujuk kepada salah satu petinggi Al Qaeda, yakni Aiman Zawaheri.

Dalam pengeboman JW Marriott 2003 itu, Noordin dan Azhari menggunakan sejumlah anggota JI yang berbasis di Sumatera—yang juga terkait dengan sekolah Luqmanul Hakiem di Malaysia.

Pascapengeboman Marriott, Noordin berpindah-pindah tempat. Akhir tahun 2003, Noordin dan Azhari sempat bersembunyi di Bandung, Jawa Barat. Kemudian pindah ke Solo, Surabaya, Blitar, Pasuruhan, Jawa Timur. Selama pelarian ini, Noordin se menikah dengan Munfiatun (istri kedua) sekitar Mei 2004. Saat dalam pelarian itu, Noordin dan Azhari juga merencanakan proyek pengeboman selanjutnya, yang lalu menyasar Kedubes Australia di Jakarta pada 9 September 2004.

Pascapeledakan Kedubes Australia, Noordin kembali berpindah-pindah persembunyian, di antaranya Solo (Laweyan), Pacet (Mojokerto), Indramayu (Jaw Barat), Pekalongan, Semarang. Selama masa pelarian itu Noordin dan Azhari menyiapkan proyek peledakan bom selanjutnya, yakni Bom Bali II. Saat peledakan itu, Noordin diduga tetap berada di Semarang.

Kemudian, pasca-Bom Bali II pada 1 Oktober 2005 dan operasi di Batu (Jawa Timur) yang menewaskan Azhari pada 9 November 2005, Noordin sempat bersembunyi di Solo, Rengasdengklok, dan Krawang (Jawa Barat), Surabaya, Wonosobo (Jawa Tengah).

Sabtu, 29 April 2006 di Desa Binangun, Wonosobo, Jawa Tengah, polisi baku tembak sejak dini hari sekitar dua jam.Saat itu berhasil lolos dengan luka tembak di kakinya. Sementara itu, dua rekan Noordin tewas yaitu Gempur Budi Angkoro alias Jabir dan Baharudin Soleh alias Abdul Hadi.

Setahun terakhir, jejak Noordin tercium di Cilacap, Jawa Tengah,. Penangkapan Saefudin Zuhri, warga Desa Danasri, Kecamatan Nusawungu, yang diduga sebagai kurir kepercayaan Noordin pada 21 Juni 2009 menjadi pembuka kotak pandora betapa telah meluasnya jejaring kekuatan terorisme di wilayah Cilacap.

Di Cilacap Noordin diduga menikah dan mempunyai dua anak dengan seorang perempuan di Desa Pasuruhan, Kecamatan Binangun, bernama Arina Rahma. BahrudinLatif, sang mertua yang juga seorang tokoh agama di Desa Pasuruhan, Kecamatan Binangun ternyata menjadi orang dekat Noordin. Belum lama ini Noordin dikabarkan menikah lagi dengan gadis 19th asal Pandeglang. banyak pengamat menuding NII sebagai mitra utama Noordin saat ini.

Noordin M Top, tetap berada di Indonesia, lebih spesifiknya di Pulau Jawa. karena sangat kondusif bagi pentolan jaringan Al Qaeda Asia Timur tersebut. "Infrastrukturnya baik, paling banyak orang sehingga dia bisa menyamar dan berbaur. [kompas]. 9 lokasi persembunyian Noordin sebelumnya selalu dekat akses jalan dan laut hal ini menunjukkan pentingnya ketersediaan infrastruktur dalam pemilihan tempat persembunyian.

Gembong teroris Noordin M Top dan pengikutnya memilih tempat yang ramai atau daerah permukiman padat penduduk untuk dijadikan "safe house". Karena warga di permukiman padat penduduk tak akan menyadari adanya teroris di lingkungan mereka. Noordin takkan mungkin memilih tempat yang sepi atau terpencil. Karena kalau sepi, kegiatan Noordin dan pengikutnya pasti menjadi kelihatan.

Ratusan kilogram bahan peledek yang ditemukan di Perumahan Puri Nusa Phala di Jatiasih, Bekasi ditujukan untuk menyerang kediaman Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Istana Negara. Dalam hitungan satu bulan setelah bom di Hotel Ritz Charlton dan JW Marriot mereka sudah merencanakan pengeboman lagi, hal ini menunjukan bahwa jaringan Noordin M Top semakin percaya diri dan menguat, bisa menjadikan presiden sebagai target

Dari Mana Sumber Dana Kelompok Noordin?
Aksi Noordin M Top berjalan sangat terorganisir. Dalam aksi terakhir, bahkan ia mampu merencanakan pengebomam di dua tempat paling 'mahal' di Jakarta yakni Hotel Ritz Carlton dan JW Marriott. Dari mana pasokan uang Noordin selama ini?

Cara kelompok Noordin M Top mengumpulkan dana cukup bervariasi. Mereka bisa meminta donasi pada pengusaha yang bersimpati pada aksinya atau bahkan lewat aksi perampokan. "Merampok orang yang dianggap kafir itu biasa dilakukan,Aksi perampokan ini disebut Fa'i. misalnya aksi perampokan outlet Ponsel Brothers Seluler di Pekalongan, Jawa Tengah, beberapa tahun lalu. Aksi ini jelas-jelas dilakukan untuk membantu Noordin memperoleh dana. Selain itu, diyakini masih ada para penyandang dana besar yang berasal dari dalam maupun luar negeri.

Sejumlah pihak menduga jaringan teroris internasional ikut andil mendukungnya. Salah satu bukti soal mengalirnya dana asing ini berasal dari pengakuan Gun gun, pelaku teroris yang kini sudah divonis 4 tahun penjara. Adik Hambali ini dinyatakan bersalah telah mengumpulkan dana puluhan ribu dollar AS dari beberapa negara. dana tersebut dibawa dari Pakistan ke Thailand, Malaysia, kemudian Indonesia. Gun Gun juga terbukti telah memberi dan mengumpulkan dana puluhan ribu dolar AS bagi peledakan bom Hotel JW Marriott, September 2003. Uang itu dikirimkan atas perintah Hambali, yang kini ditahan di Guantanamo.Disinyalir, para pengikut setia Noordin di Malaysia masih menyuplai dana hingga saat ini.idak hanya Malaysia, ada sejumlah dana dari negara-negara yang memiliki jaringan dengan Noordin seperti Pakistan dan Afganistan.


Buronan FBI
Tidak hanya buronan pemerintah Indonesia, Federal Bureau of Investigation (FBI) dari Amerika Serikat (AS) juga memburu Noordin M Top. Ia dimasukkan dalam daftar orang paling dicari terkait terorisme. Dalam situs resmi FBI, Kamis (20/8/2009), Noordin tercatat sebagai orang yang berbahaya. Pria asal Malaysia tersebut dianggap sebagai ahli peledakan.

Masuk juga dalam daftar tersebut antara lain, Saleh Ali Saleh Nabhan (Kenya), Amer El-Maati (Kuwait), Adnan G. El Shukrijumah (Arab Saudi), Faker Ben Abdelazziz Boussora (Tunisia) dan Abderraouf Jdey (Tunisia). Sementara Osama Bin Laden, tokoh Al Qaida yang terlibat dalam peristiwa 11 September, masuk dalam daftar utama orang paling dicari. Ia dihargai sebesar 25 juta USD bagi yang berhasil menangkapnya. Osama dicari bersama sekitar 10 orang teroris dunia lainnya.

http://www.fbi.gov/wanted/terrorists/fugitives.htm

Jumat, 21 Agustus 2009

Merunut Jejak Noordin M Top

Noordin M Top seorang warga negara Malaysia, kelahiran Kluang Johor, Malaysia, 11 Agustus 1968. Di negerinya Noordin adalah lulusan Universiti Teknologi Malaysia. Noordin diyakini polisi merupakan orang yang paling bertanggung jawab di balik empat peristiwa pengeboman di Indonesia, yakni Hotel JW Marriott di Jakarta tahun 2003, Kedutaan Besar Australia di Kuningan-Jakarta tahun 2004, tiga restoran di Denpasar-Bali tahun 2005, dan dua hotel di kawasan Mega Kuningan Jakarta, yakni JW Marriott dan The Ritz-Carlton pada 17 Juli 2009. seterusnya....

Selasa, 11 Agustus 2009

Noordin Diperkirakan Tetap di Pulau Jawa

Rabu, 12 Agustus 2009 | 10:22 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Kepala Desk Antiteror Kementerian Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Ansyaad Mbai mengatakan, gembong teroris paling dicari di Indonesia, Noordin M Top, tetap berada di Indonesia, lebih spesifiknya di Pulau Jawa. seterusnya.....

Senin, 10 Agustus 2009

Berawal dari Mampang, Berakhir di Temanggung

Minggu, 9 Agustus 2009 | 03:09 WIB
KOMPAS.com - Dalam keterangan pers resminya, Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri menguraikan kronologis penggerebekan kelompok teroris Noordin M Top di dua tempat, Sabtu (8/8). Kedua sarang teroris itu berada di Dusun Beji, Desa Kedu, Kecamatan Kedu, Temanggung, Jawa Tengah, dan Perumahan Puri Nusa Phala, Jatiasih, Bekasi, Jawa Barat. Penggerebekan di dua tempat ini, ternyata bermula dari pengintaian di safe house para teroris di Mampang, Jakarta Selatan. Seluruh upaya ini dalam rangka menemukan aktor dibalik aksi bom Mega Kuningan 17 Juli lalu. Berikut kronologi yang disampaikan Bambang Hendarso Danuri. seterusnya......

Noordin Tak Mungkin Pilih Temanggung Sebagai Tempat Persembunyian

Elvan Dany Sutrisno - detikNews

Jakarta - Pengamat intelijen menilai tidak mungkin teroris sekelas Noordin M Top memilih tempat persembunyian di Temanggung, Jawa Tengah. Posisi persembunyian yang terpencil justru akan membuat Noordin terkunci. "Tidak mungkin sekali Noordin mencari lokasi seperti Temanggung, " ujar Dinno Cressbon saat dihubungi wartawan melalui telepon, Minggu (9/8/2009).Dinno melihat selama ini Noordin selalu memilih tempat persembunyian yang aman. Alhasil, Noordin bisa licin dan selalu terhindar dari sergapan polisi. seterusnya.....

Mayat Teroris itu Ibrohim Bukan Noordin Top?

Mayat Teroris itu Ibrohim Bukan Noordin Top?


detikNews. Jakarta - Sejumlah pihak meragukan jenazah yang tewas di Temanggung adalah Noordin M Top. Jika argumen ini benar, lalu siapakah pemuda yang kabarnya tewas mengenaskan tersebut. Mungkinkah ia adalah Ibrohim? Pihak pertama yang meragukan kematian Noordin adalah pengamat intelijen Dynno Chressbon. Ia yang mengaku sudah melihat foto asli jenazah itu mengatakan, teroris tidak mirip sama sekali dengan Noordin. Kemiripan jenazah dengan foto yang beredar hanya dari kalung yang dipakai saja. "Lebih mirip preman pasar daripada Noordin M Top," cetus Dynno. seterusnya.....

Minggu, 09 Agustus 2009

Noordin M Top Dilaporkan Tertangkap

Jumat, 7 Agustus 2009 | 20:41 WIB
KOMPAS.com — Noordin M Top, buronan yang paling dicari terutama dalam kasus ledakan di 2 hotel mewah Jakarta bulan lalu, telah berhasil diringkus. Namun, laporan ini justru dikeluarkan oleh televisi Al Jazeera. Menurut Al Jazeera, salah satu tersangka yang diduga terlibat dalam ledakan di Hotel Marriott dan Ritz-Carlton ini telah berhasil diringkus, Jumat (7/8). seterusnya....

Pengebom Bunuh Diri Tergiur 40 Bidadari

Jum'at, 24 Juli 2009 | 11:08 WIBTEMPO Interaktif, Jakarta- Masuk surga dengan cepat, plus ditambah sambutan 40 bidadari. Inilah iming-iming yang biasanya ditawarkan ke para calon pengebom bunuh diri hasil rekrutan Noordin M Top. Iming-iming itu pula yang diberikan ke ZA, salah satu calon pengebom bunuh diri yang saat ini sedang diinterogasi polisi. seterusnya

Kamis, 30 Juli 2009

Kala Teroris Menyalip di Tikungan (Lagi)


Sejumlah anak menyaksikan lubang ditemukannya bahan bom di belakang rumah Bahrudin Latif, mertua Noordin M Top di Cilacap.

Jumat, 31 Juli 2009 | 05:04 WIB
Laporan wartawan KOMPAS Mohamad Burhanudin

KOMPAS.com — Dalam dua bulan terakhir, Cilacap seakan tak pernah sepi dari pemberitaan media. Di tengah compang-campingnya birokrasi akibat banyaknya pejabat di pemerintah kabupaten setempat yang ditahan penegak hukum karena kasus korupsi, sejumlah warga Cilacap diringkus Densus 88 karena diduga terkait jaringan terorisme. Sebagian lagi kini menghilang dan menjadi buron

Sejumlah titik di wilayah ini akhirnya terungkap menjadi basis jaringan terorisme. Lebih mengejutkan lagi, dalam beberapa tahun terakhir akhirnya diketahui buron terorisme utama di Indonesia, Noordin M Top, tinggal di wilayah yang terletak di ujung barat daya Jawa Tengah tersebut. Seterusnya....

Rabu, 29 Juli 2009

Klaim Noordin M Top Beredar di Internet

Malaysia yang diduga terkait dengan sejumlah kasus pengeboman yang terjadi di Indonesia di Stasiun Kereta Api Pasar Turi, Surabaya, Jawa Timur, Jumat (24/7).

Rabu, 29 Juli 2009 | 16:37 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pernyataan mengatasnamakan Noordin M Top sebagai Amir Tandzim Al Qo'idah Indonesia, yang menyatakan bertanggung jawab atas peledakan Hotel Marriott dan Ritz Carlton, beredar di internet. Pada pernyataan itu nama buruan nomor wahid polisi itu ditulis Abu Mu'awwidz Nur Din bin Muhammad Top Hafidzohullah.

Berdasarkan tanggal penyataaan itu diunggah, pernyataan itu ternyata sudah ada sejak tanggal 18 Juli lalu, di sebuah blog beralamat http://bushro2.blogspot.com. Selain itu pada hari Minggu (26/7) kembali diunggah ke blog beralamat http://mediaislam-bushro.blogspot.com. seterusnya.....

Sabtu, 18 Juli 2009

Pengebom Bunuh Diri di Ritz Carlton Kemungkinan Perempuan

Sabtu, 18 Juli 2009 | 18:53 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta - Polisi kini menyelidiki kemungkinan bahwa salah satu dari dua pengebom bunuh diri di Hotel Ritz Carlton dan JW Marriott kemarin adalah perempuan. Dugaan ini berasal dari potongan-potongan tubuh di Hotel Ritz Carlton yang berasal dari sosok perempuan. Ada pun potongan kepala yang ditemukan di Hotel Marriott dan diduga adalah milik pengebom, berasal dari jazad laki-laki.

Mengenai dugaan bahwa salah satu pelaku bom bunuh diri adalah perempuan, Kepala Divisi Humas Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Polisi Chryshnanda belum mau berkomentar. Ia mengatakan saat ini proses identifikasi pelaku masih berlangsung. Seterusnya.......

Noordin M Top Terkait Bom Mega Kuningan

Noordin M Top Terkait Bom Mega Kuningan
Rekaman video berisi seorang teroris dengan mengenakan topeng dan berlogat Melayu yang diduga Noordin M Top, saat ditayangkan dan disaksikan sejumlah kiai dan ulama dari Jawa Timur di kediaman Wapres Jusuf Kalla, pada 16 November 2005.

Sabtu, 18 Juli 2009 | 11:57 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com — Kepala Desk Antiteror Kementerian Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Ansyaad Mbai menyatakan, Noordin M Top terkait pemboman di Hotel JW Marriott dan Hotel Ritz-Carlton di Mega Kuningan, Jakarta, Jumat (18/7) pagi.


"Dari modus yang dilancarkan, ini jelas terkait Noordin M Top," katanya, ketika dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu.


Inspektur Jenderal Polisi Ansyaad Mbai menambahkan, meski modus yang digunakan masih konvensional, yakni bom bunuh diri, aksi ini dilakukan dengan cara yang lebih canggih, yakni langsung menyusup ke dalam sasaran.
"Sebelumnya kan bom bunuh diri hanya dilakukan di luar, di halaman hotel atau apa. Namun ini, di tengah sistem pengamanan yang sudah begitu ketat, mereka bisa menembus hingga ke target sasaran utama," kata Ansyaad.


Ia mengemukakan, meski dalam empat tahun terakhir aksi terorisme tidak terjadi di Indonesia, Noordin M Top beserta sel-sel jaringannya terus aktif melakukan "konsolidasi" meski dalam kurun waktu tersebut aparat juga kerap menyisir dan menangkap para kaki tangan Noordin M Top.


"Kejadian ini merupakan bukti kalau mereka masih kuat dan ini yang harus menjadi prioritas, yakni menangkap si aktor, yaitu Noordin M Top. Selama aktornya belum ditangkap, ya segala upaya antisipasi seperti apa pun akan sia-sia," tuturnya.

Dalam beberapa waktu terakhir, aparat sudah melakukan penyisiran dan penangkapan di beberapa daerah yang diduga sebagai tempat persembunyian dan aktivitas Noordin M Top dan kaki tangannya, seperti Cilacap (Jawa Tengah), Lampung, dan Malang (Jawa Timur).

Salah satu yang tertangkap adalah Syaefudin Zuhri, yang ditangkap di Cilacap, Juni 2009. Berdasar penuturan alumnus sebuah pelatihan di kamp di Afganistan pada 1990, Noordin M Top masih memiliki pengaruh dan jaringan yang kuat di Indonesia.

Tak hanya itu. Menurut teman satu angkatan Ali Imran itu, Noordin M Top masih sangat dilindungi oleh sesama anggota Jamaah Islamiyah (JI) sehingga aparat masih sulit untuk menemukan jejak secara pasti buronan nomor satu itu.