Selasa, 05 Oktober 2010

Terorisme & Kesejahteraan Ekonomi

Begitu banyaknya orang pintar atau yang merasa pintar berkomentar bahwa langkah efektif untuk melawan terorisme adalah dengan kesejahteraan ekonomi, mereka berpikir bahwa ekonomi akan menyelesaikan segalanya...sungguh hal ini jauh dari fakta motivasi yang ada di kepala dan di dada para teroris.

Manusia... entah mereka yang radikal ataupun liberal telah menipu dirinya sendiri dengan sejumlah keyakinan yang saling bersebrangan. Keyakinan orang-orang liberal dan kapitalis yang cenderung menganggap kesejahteraan ekonomi akan menyelesaikan persoalan dunia sungguh tidak pernah berusaha melihat dari sisi manusia yang lain. Misalnya soal nafsu kekuasaan, manusia setelah berkecukupan tentunya masih cenderung untuk mencapai "sesuatu" yang lain seperti power untuk mengendalikan orang lain, itulah sebabnya konflik baik lokal maupun global tidak akan pernah berakhir sepanjang motif ekonomi tetap didorong oleh hasrat untuk mendapatkan keuntungan dan melipatgandakannya tanpa melihat dampaknya pada dunia yang lebih luas.

Sementara rasa frustasi orang-orang radikal yang terpinggirkan secara ekonomi tidak berarti lantas mereka berada dalam level kemiskinan, mereka bahkan jauh dari kelaparan karena mekanisme pendanaan yang cukup baik melalui gerakan simpatisan. Orang-orang radikal atau yang anti dengan kemapanan dunia liberal-kapitalistik tidak akan pernah habis sepanjang ketimpangan sosial tidak bisa diatasi. Oleh karena itu, sistem ekonomi liberal-kapitalistik justru menjadi bagian dari persoalan dunia yang mungkin sudah tidak dipersoalkan lagi karena manusia sudah lupa tentang bagaimana eksploitasi sumber daya dunia itu terjadi.

Dalam dunia Islam yang menjunjung tinggi keadilan, isu-isu ekonomi agaknya bisa dinomorduakan karena Islam juga mengajarkan untuk menjauhi dunia yang diibaratkan sebagai tempat sampah yang tidak seharusnya memberatkan perjalanan menuju alam berikutnya atau akhirat. Sehingga konsep perjuangan penegakkan keadilan begitu kuatnya dalam mempengaruhi hampir sebagian besar gerakan Islam di dunia. Identifikasi dengan gerakan kekerasan sebenarnya bukanlah label Islam tetapi menjadi model karena itu jalan yang "termudah" baik dalam kerangka justifikasi maupun propaganda. Sayangnya langkah-langkah ini tidak pernah diikuti oleh proses introspeksi ke dalam gerakan yang jelas-jelas menjadi inferior citranya. Tentu saja para kelompok teroris baik Islam maupun idelogi lainnya tetap membela dirinya dengan mengedepankan bahwa mereka setidaknya tidak terkontaminasi oleh lemahnya pendirian dan kecenderungan manusia moderat untuk melacurkan dirinya dengan pemikiran-pemikiran liberal-humanistik...."ah tidak apa-apa".

Misalnya begini, saya pernah diminta oleh seorang ustadz radikal untuk menggunakan kacamatanya dalam melihat dunia yang berlumuran oleh kelakuan nista umat manusia, entah bagaimana saya bisa mengerti sudut pandang itu. Meskipun saya tetap tidak bisa mengamini langkah-langkah keras berupa aksi teror, saya bisa melihat maksud dan kemurnian cita-cita perjuangannya. Demikian juga ketika saya bertemu dengan kaum sosialis demokrat yang merindukan pemerataan kesejahteraan bagi rakyat Indonesia, saya juga bisa melihat melalui kacamatanya betapa rusaknya sistem yang dibangun oleh keserakahan segelintir kapitalis yang merampok harta rakyat Indonesia. Tetapi lagi-lagi saya tidak bisa menerima penghalalan cara berjuang dengan kekerasan.

Tokoh dan orang-orang yang saya pernah berkumpul bersama itu bukanlah orang miskin dan bukanlah orang bodoh yang tidak mengerti persoalan dunia. Mereka orang yang punya pendirian dan keyakinan untuk "merubah dunia", jalannya ya.... dengan kekerasan. Revolusi, teror, dan metode gerakan kekerasan dalam rangka mencapai tujuan perjuangan merupakan sinyal yang mudah dipahami oleh umat manusia. Dengan demikian metode yang sudah sangat tua ini tidak bisa dinilai sedemikian rendahnya hanya karena motif ekonomi belaka. Orang-orang miskin memang akan mudah terpikat oleh rayuan gerakan teror karena mereka merasa geram dengan dunia yang tidak adil, tetapi kegeraman atas ketidakadilan dunia bukan hanya milik orang miskin, tidak sedikit orang berpendidikan tinggi dan cukup mapan yang juga bergabung dengan gerakan teror.

Bahkan komentar orang-orang pintar moderat yang merasa tahu persoalan justru menambah kegeraman kelompok teror, meskipun para teroris tidak populer dalam skala besar, simpatisan tetap akan terus mengalir sepanjang dunia berputar secara tidak seimbang, dimana penindasan dan ketidakadilan tetap ada. Sudah menjadi sifat bawaan manusia untuk melawan ketidakseimbangan. Mekanisme sistem global yang jelas tidak seimbang dan selalu menguntungkan orang dan kelompok kaya raya di dunia tidak akan pernah sepi dari aksi teror, secanggih apapun mekanisme keamanan yang diciptakan maka secanggih itu pula gerakan teror akan berkembang, hal ini merupakan bukti bahwa para teroris bukanlah orang bodoh yang miskin. Mereka memiliki akses yang luas dan ikut berpikir tentang dunia.

Kamis, 17 September 2009

Merunut Jejak Noordin M Top

by: Kusnadiyono Sip
Noordin M Top

Noordin M Top seorang warga negara Malaysia, kelahiran Kluang Johor, Malaysia, 11 Agustus 1968. Di negerinya Noordin adalah lulusan Universiti Teknologi Malaysia.

Noordin diyakini polisi merupakan orang yang paling bertanggung jawab di balik empat peristiwa pengeboman di Indonesia, yakni Hotel JW Marriott di Jakarta tahun 2003, Kedutaan Besar Australia di Kuningan-Jakarta tahun 2004, tiga restoran di Denpasar-Bali tahun 2005, dan dua hotel di kawasan Mega Kuningan Jakarta, yakni JW Marriott dan The Ritz-Carlton pada 17 Juli 2009.

Noordin selama ini menjalankan aksinya dengan memanfaatkan orang dari organisasi Al Jamaah Al Islamiyah atau Jemaah Islamiyah (JI). Noordin sendiri menganggap dirinya sebagai pemimpin sayap militer JI. Namun, banyak dari anggota JI memandang kelompok Noordin sebagai kelompok sempalan JI. Diperkirakan sejak tahun 2003, Noordin dan kelompoknya merencanakan dan menjalankan aksinya sendiri. Sejak sekitar tahun 2004, bahkan Noordin kerap merekrut orang-orang muda dari organisasi lain ataupun yang tak berpayung dalam suatu organisasi.

Saat bersekolah mengambil gelar sarjana S-1 di Universiti Teknologi Malaysia, sekitar tahun 1995, Noordin mulai kerap bersinggungan dengan pondok pesantren Luqmanul Hakiem, yang tak jauh dari kampusnya. Ponpes ini merupakan salah satu sekolah jaringan JI di Malaysia. Belakangan, Noordin menjadi kepala sekolah di ponpes itu hingga tahun 2001. Ketika Malaysia intensif memberangus jaringan JI, ponpes itu pun berhenti beroperasi tahun 2002.


Lari ke Indonesia

Noordin kemudian melarikan diri ke Indonesia, yakni ke Riau, Sumatera, sekitar awal tahun 2002. Dari Riau, Noordin pindah ke Bukittinggi, Sumatra Barat. Kemudian, pada Januari 2003, Noordin, Rais, dan Azhari Husin (warga negara Malaysia, sudah tewas) pindah ke Bengkulu. Di Bengkulu inilah, Noordin mulai terlecut ide untuk menggelar aksi pengeboman spektakuler, yang lalu berujung pada sasaran JW Marriott pada 5 Agustus 2003.

Noordin juga kerap mengklaim dirinya sebagai Al Qaeda untuk kepulauan Melayu. Bahkan, dia sempat memakai nama samaran Aiman yang merujuk kepada salah satu petinggi Al Qaeda, yakni Aiman Zawaheri.

Dalam pengeboman JW Marriott 2003 itu, Noordin dan Azhari menggunakan sejumlah anggota JI yang berbasis di Sumatera—yang juga terkait dengan sekolah Luqmanul Hakiem di Malaysia.

Pascapengeboman Marriott, Noordin berpindah-pindah tempat. Akhir tahun 2003, Noordin dan Azhari sempat bersembunyi di Bandung, Jawa Barat. Kemudian pindah ke Solo, Surabaya, Blitar, Pasuruhan, Jawa Timur. Selama pelarian ini, Noordin se menikah dengan Munfiatun (istri kedua) sekitar Mei 2004. Saat dalam pelarian itu, Noordin dan Azhari juga merencanakan proyek pengeboman selanjutnya, yang lalu menyasar Kedubes Australia di Jakarta pada 9 September 2004.

Pascapeledakan Kedubes Australia, Noordin kembali berpindah-pindah persembunyian, di antaranya Solo (Laweyan), Pacet (Mojokerto), Indramayu (Jaw Barat), Pekalongan, Semarang. Selama masa pelarian itu Noordin dan Azhari menyiapkan proyek peledakan bom selanjutnya, yakni Bom Bali II. Saat peledakan itu, Noordin diduga tetap berada di Semarang.

Kemudian, pasca-Bom Bali II pada 1 Oktober 2005 dan operasi di Batu (Jawa Timur) yang menewaskan Azhari pada 9 November 2005, Noordin sempat bersembunyi di Solo, Rengasdengklok, dan Krawang (Jawa Barat), Surabaya, Wonosobo (Jawa Tengah).

Sabtu, 29 April 2006 di Desa Binangun, Wonosobo, Jawa Tengah, polisi baku tembak sejak dini hari sekitar dua jam.Saat itu berhasil lolos dengan luka tembak di kakinya. Sementara itu, dua rekan Noordin tewas yaitu Gempur Budi Angkoro alias Jabir dan Baharudin Soleh alias Abdul Hadi.

Setahun terakhir, jejak Noordin tercium di Cilacap, Jawa Tengah,. Penangkapan Saefudin Zuhri, warga Desa Danasri, Kecamatan Nusawungu, yang diduga sebagai kurir kepercayaan Noordin pada 21 Juni 2009 menjadi pembuka kotak pandora betapa telah meluasnya jejaring kekuatan terorisme di wilayah Cilacap.

Di Cilacap Noordin diduga menikah dan mempunyai dua anak dengan seorang perempuan di Desa Pasuruhan, Kecamatan Binangun, bernama Arina Rahma. BahrudinLatif, sang mertua yang juga seorang tokoh agama di Desa Pasuruhan, Kecamatan Binangun ternyata menjadi orang dekat Noordin. Belum lama ini Noordin dikabarkan menikah lagi dengan gadis 19th asal Pandeglang. banyak pengamat menuding NII sebagai mitra utama Noordin saat ini.

Noordin M Top, tetap berada di Indonesia, lebih spesifiknya di Pulau Jawa. karena sangat kondusif bagi pentolan jaringan Al Qaeda Asia Timur tersebut. "Infrastrukturnya baik, paling banyak orang sehingga dia bisa menyamar dan berbaur. [kompas]. 9 lokasi persembunyian Noordin sebelumnya selalu dekat akses jalan dan laut hal ini menunjukkan pentingnya ketersediaan infrastruktur dalam pemilihan tempat persembunyian.

Gembong teroris Noordin M Top dan pengikutnya memilih tempat yang ramai atau daerah permukiman padat penduduk untuk dijadikan "safe house". Karena warga di permukiman padat penduduk tak akan menyadari adanya teroris di lingkungan mereka. Noordin takkan mungkin memilih tempat yang sepi atau terpencil. Karena kalau sepi, kegiatan Noordin dan pengikutnya pasti menjadi kelihatan.

Ratusan kilogram bahan peledek yang ditemukan di Perumahan Puri Nusa Phala di Jatiasih, Bekasi ditujukan untuk menyerang kediaman Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Istana Negara. Dalam hitungan satu bulan setelah bom di Hotel Ritz Charlton dan JW Marriot mereka sudah merencanakan pengeboman lagi, hal ini menunjukan bahwa jaringan Noordin M Top semakin percaya diri dan menguat, bisa menjadikan presiden sebagai target

Dari Mana Sumber Dana Kelompok Noordin?
Aksi Noordin M Top berjalan sangat terorganisir. Dalam aksi terakhir, bahkan ia mampu merencanakan pengebomam di dua tempat paling 'mahal' di Jakarta yakni Hotel Ritz Carlton dan JW Marriott. Dari mana pasokan uang Noordin selama ini?

Cara kelompok Noordin M Top mengumpulkan dana cukup bervariasi. Mereka bisa meminta donasi pada pengusaha yang bersimpati pada aksinya atau bahkan lewat aksi perampokan. "Merampok orang yang dianggap kafir itu biasa dilakukan,Aksi perampokan ini disebut Fa'i. misalnya aksi perampokan outlet Ponsel Brothers Seluler di Pekalongan, Jawa Tengah, beberapa tahun lalu. Aksi ini jelas-jelas dilakukan untuk membantu Noordin memperoleh dana. Selain itu, diyakini masih ada para penyandang dana besar yang berasal dari dalam maupun luar negeri.

Sejumlah pihak menduga jaringan teroris internasional ikut andil mendukungnya. Salah satu bukti soal mengalirnya dana asing ini berasal dari pengakuan Gun gun, pelaku teroris yang kini sudah divonis 4 tahun penjara. Adik Hambali ini dinyatakan bersalah telah mengumpulkan dana puluhan ribu dollar AS dari beberapa negara. dana tersebut dibawa dari Pakistan ke Thailand, Malaysia, kemudian Indonesia. Gun Gun juga terbukti telah memberi dan mengumpulkan dana puluhan ribu dolar AS bagi peledakan bom Hotel JW Marriott, September 2003. Uang itu dikirimkan atas perintah Hambali, yang kini ditahan di Guantanamo.Disinyalir, para pengikut setia Noordin di Malaysia masih menyuplai dana hingga saat ini.idak hanya Malaysia, ada sejumlah dana dari negara-negara yang memiliki jaringan dengan Noordin seperti Pakistan dan Afganistan.


Buronan FBI
Tidak hanya buronan pemerintah Indonesia, Federal Bureau of Investigation (FBI) dari Amerika Serikat (AS) juga memburu Noordin M Top. Ia dimasukkan dalam daftar orang paling dicari terkait terorisme. Dalam situs resmi FBI, Kamis (20/8/2009), Noordin tercatat sebagai orang yang berbahaya. Pria asal Malaysia tersebut dianggap sebagai ahli peledakan.

Masuk juga dalam daftar tersebut antara lain, Saleh Ali Saleh Nabhan (Kenya), Amer El-Maati (Kuwait), Adnan G. El Shukrijumah (Arab Saudi), Faker Ben Abdelazziz Boussora (Tunisia) dan Abderraouf Jdey (Tunisia). Sementara Osama Bin Laden, tokoh Al Qaida yang terlibat dalam peristiwa 11 September, masuk dalam daftar utama orang paling dicari. Ia dihargai sebesar 25 juta USD bagi yang berhasil menangkapnya. Osama dicari bersama sekitar 10 orang teroris dunia lainnya.

http://www.fbi.gov/wanted/terrorists/fugitives.htm

Jumat, 04 September 2009

Para Wijayanto

Para Wijayanto merupakan anak dari pasangan Wikanto dan Ny Wuryaningsih. Wikanto adalah purnawirawan AURI Pangkalan Udara Kalijati. Para kelahiran Kalijati, Subang (Jabar) pada 8 Agustus 1964. memiliki seorang istri bernama Masitha Yasmin, kelahiran Semarang, 23 Mei 1972 asal Kampung Begog 20, Kelurahan Tamanwinangun, Semarang Utara.

Para Wijayanto, menyelesaikan studi Sarjana di Fakultas Teknik Universitas Diponegoro (Undip), Semarang, sekitar tahun 1989. Dia sempat bekerja di PT Pura Group, salah satu perusahaan raksasa di Kabupaten Kudus sejak tahun 1990-an. menempati posisi sebagai Tim di Divisi Engineering. sekitar tahun 2000-an," Dia jpernah mengajukan cuti panjang, dengan alasan mendapat beasiswa dari Malaysia. Namun dari berbagai kabar yang tersiar, Wijayanto sebenarnya tidak hanya ke Malaysia, tetapi juga ke berbagai negara lain seperti Afghanistan dan Pakistan. Para dianggap mengundurkan diri sejak tahun 2004,"

Para pernah memiliki rumah di Perumahan Muria Indah Blok D-209, Jalan Kelud, Kecamatan Bae, Kudus. 2003, Rumah tersebut sebenarnya dua blok yang dijadikan satu. Berdasarkan data daftar lokasi rumah di Pos Jaga Perumahan, rumah dengan nomor 209 dan 210 . Rumah tersebut saat ini dihuni oleh seseorang bernama H Asmuni, seorang pengusaha kayu.

Para Wijayanto sendiri, sewaktu masih tinggal di perumahan tersebut, dikenal sebagai orang yang pendiam. Dia tinggal hanya sekitar empat tahun. Waktu pertama tinggal di perumahan tersebut, anaknya masih dua. Dan setelah menetap di rumah tersebut, Para dan istri kembali memperoleh dua orang anak. empat anaknya, yaitu Asykari Sibghotulhaq , Zuna, Abdu dan Amir,"

Sampai kini, keberadaan Para Wijayanto masih menjadi tanya besar dan tidak diketahui keberadaannya.Para Wijayanto menghilang sejak rumahnya digerebek Densus 88 Mabes Polri pada tahun 2004 lalu. Namun para yang baru saja pulang dari bepergian, berhasil meloloskan diri dari pintu belakang. Tak lama setelah Para buron, istri dan anak-anaknya pun meninggalkan rumah tersebut. Tidak ada informasi di mana sekarang istri dan anak-anak para tinggal. Rumah yang terletak di RT 03 RW 8 itu, kini dikontrakkan. Namun warga juga tidak tahu menahu bagaimana proses kontrak tersebut.

Nama Para Wijayanto sudah muncul ke permukaan sejak tahun 2003 dan masuk dalam DPO Polri. Para merupakan pimpinan senior di lingkungan Jamaah Islamiyah (JI). Para juga disebut-sebut merupakan sosok yang disegani gembong teroris asal Malaysia, Noordin M Top.

Sumber:
detikNews: Para Wijayanto, Orang yang Ditakuti Noordin M Top
detikNews Melacak Noordin M Top Cerita dari Blok D Perumahan Muria Indah
detikNews: Melacak Noordin M Top Anak Para Wijayanto Muncul di Kudus 2 Bulan Lalu
detikNews: Melacak Noordin M Top, Para Wijayanto Sarjana Teknik Lulusan Undip

Kamis, 03 September 2009

Menelusuri Jejak dan Peran Bagus Budi Pranoto



Di antara empat nama buron kasus teror yang dirilis polisi, ada satu nama yang sudah cukup akrab bagi para pemburu berita dan pemerhati kasus terorisme di Indonesia. Nama itu adalah Bagus Budi Pranoto alias Urwah.

Dalam Kartu Keluarga orang tuanya dengan Nomor 111901/13/00259 dan berlaku hingga 18 juli 2011 ini, memang masih tertera nama Bagus Budi Pranoto, namun telah resmi pindah dari Desa Mijen, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus,ke Desa Kadokan Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo. pada tanggal 29 Januari 2007.

Lelaki kelahiran Kudus 2 November 1978 tersebut memang pernah terlibat kasus serupa. Bagus pernah ditangkap bersama Luthfi Haidaroh alias Ubeid dan Deni alias Suramto. Tahun 2005 PN Jakarta Selatan menjatuhkan vonis 3,5 tahun penjara untuk Urwah karena terbukti membantu dan menyembunyikan Azahari dan Noordin M Top dalam kasus peledakan di Hotel JW Marriott tahun 2003.

Urwah adalah lulusan Pesantren Al-Muttaqien, Sowan Kidul, Jepara. Setelah itu dia melanjutkan pendidikan di Ma'had Aly Annur, Solo (sekolahan ini sekarang sudah pindah ke sebuah lokasi di Sukoharjo). Di An-Nur inilah, Urwah mulai bersentuhan dengan kegiatan radikal setelah berkenalan dengan para pelaku aksi teror.

Urwah, Ubeid, dan Deni adalah teman sekelas di An-Nur. Salah satu guru mereka adalah Syaifuddin Umar alias Abu Fida (yang juga pernah ditangkap dalam kasus yang sama). Abu Fida yang memperkenalkan Urwah dan Ubeid kepada Noordin.

Dari Urwah ini pula Air Setiawan (yang tewas di Jatiasih) mulai tersangkut dengan kasus terorisme. Bersamaan dengan penangkapan Urwah tahun 2004, Air Setiawan saat itu juga ditangkap. Tak lama setelah itu, Air dikembalikan. Dia tidak diajukan ke pengadilan karena tidak cukup bukti.

Setelah pulang ke rumahnya di Solo, saat itu setiap ditanya wartawan Air Setiawan mengaku tidak tahu-menahu dengan kegiatan teror. Selama ini dia hanya aktif mengantar-jemput Urwah untuk mengisi pengajian di masjid kampungnya. Saat itu, kata Air, Urwah tinggal di Gading, Solo. Sesekali dia memang disuruh Urwah mengantarnya ke tempat lain di luar kegiatan pengajian di kampungnya.

"Begitu nama Air Setiawan disebut polisi sebagai anggota kelompok teror yang ditembak mati di Jatiasih, sejumlah kalangan yang mengenal betul karakteristik kelompok itu langsung menduga bahwa Urwah pasti kembali terlibat," ujar salah seorang pemerhati masalah terorisme di Indonesia yang enggan disebut namanya.

Dalam 'hirarki' mereka, kata dia, Air Setiawan dan juga Eko Joko Sarjono tidak akan mungkin bergabung dengan kelompok lebih besar yang langsung dikendalikan Noordin tanpa mendapat persetujuan atau bahkan perintah langsung dari Urwah selaku patron dan murobbi (pembimbing agama).

Menghilang


Selepas dari penjara tahun 2007, dia diangkat anak oleh Jumadi, ketua RT 01 RW 04 kampung Buntarejo, Kadokan, Grogol, Sukoharjo, Jawa Tengah, seorang pengusaha konveksi. Jumadi mengaku mengenal Urwah ketika praktik mengajar di TPA kampungnya. Dia merasa terkesan dengan kejujuran dan sikap rajin beribadah yang Urwah tampilkan.

Bagus menikah tak lama setelah keluar dari penjara. Resepsi pernikahan Urwah dengan Rina cukup megah untuk ukuran kampungnya di tepian Bengawan Solo tersebut. Saati itu yang memberi mauidhah hasanah (nasehat perkawinan) adalah Abu Bakar Ba'asyir," Dia menghormati dan menganggap ayah pemimpin pondok pesantren Ngruki Abu Bakar Ba'asyir.

Bersama Rina dia berdagang baju-baju muslim film dan vcd tentang perjuangan mujahidin. Seperti perang Irak dan Poso,merupakan salah satu profesi yang dijalani Bagus Budi Pranoto alias Urwah di Solo, Jawa Tengah, setelah lulus dari Cipinang pada akhir 2007, dia tinggal dan menetap di sana.

Selepas dari penjara, sesekali Urwah terlihat di Solo untuk bertemu dengan teman-temannya. Beberapa temannya mengatakan, sepulang dari penjara Urwah tetap menjalin hubungan baik dengan Deni dan Ubeid yang juga sudah bebas. Namun saat itu nyaris tidak ada informasi dia menjalin hubungan lagi dengan Air Setiawan.

Semenjak setahun lalu itu pula, banyak temannya yang kehilangan kontak. Banyak temannya yang ingin bertemu dengannya telah kesulitan karena tiba-tiba Urwah seperti hilang ditelan bumi. Namun sumber lain mengatakan bahwa sebenarnya Urwah masih bisa dikontak melalui telepon pada 6 Agustus 2009 lalu, hanya sehari sebelum polisi melakukan penggerebekan di Jatiasih dan Temanggung. "Urwah memang sering ganti telepon, sehingga teman-teman lamanya kehilangan kontak," kata dia.

Kalangan intelijen juga mengamati serius perubahan perilaku Urwah tersebut. "Setahun lalu kami mendengar informasi bahwa Urwah mulai menjauh dari teman-temannya di Solo, Semarang maupun di kota-kota lain. Saat itu kami mulai menganalisa semua kemungkinan. Hingga terjadi peledakan di dua hotel di Jakarta itu, Urwah masih misterius keberadaannya," ujar seorang aparat intel.

Besar kemungkinan menghilangnya Urwah tersebut setelah sepakat dengan Noordin Cs untuk kembali melakukan aksi. Seperti diberitakan sebelumnya, perencanaan peledakan di Marriott dan Ritz Carlton memang memakan waktu cukup lama, yaitu sejak setahun sebelumnya.

Apa peran Urwah? Polisi belum menjelaskan. Namun besar kemungkinan peran dia adalah Urwah adalah korlap (koordinator lapangan) penyedia sarana dan SDM. Penyedia sarana karena memang dia cukup punya banyak akses. Sedangkan penyedia SDM di antaranya memasukkan Air Setiawan dan Eko Joko Sarjono dalam aksi dan perencanaan aksi Urwah bikin sel sendiri karena Noordin selalu ingin jadi pemimpin dan terdepan,Sel Urwah terdiri dari orang-orang muda.

Ada juga dugaan Urwah pula yang ditugasi menyediakan lokasi persembunyian untuk Noordin Cs pasca peledakan di Marriott dan Ritz Carlton Juli lalu. Lokasi yang disiapkan Urwah adalah di Surabaya. Urwah cukup hapal dengan peta Surabaya karena dia pernah cukup lama tinggal di kota tersebut bersama Abu Fida.



sumber:
http://www.detiknews.com/read/2009/08/21/143505/1187222/10/menelusuri-jejak-dan-peran-bagus-budi-pranoto-alias-urwah

http://www.detiknews.com/read/2009/08/21/135516/1187172/10/dari-kudus-bagus-pindah-ke-kadokan-solo

http://www.detiknews.com/read/2009/08/21/111422/1187039/10/lulus-dari-cipinang-urwah-menetap-dan-berjualan-baju-di-solo

http://www.detiknews.com/read/2009/08/21/191836/1187521/10/urwah-anak-angkat-pengusaha-konveksi

Selasa, 01 September 2009

Teror penembakan di kawasan PT Freeport

Oleh: Kusnadiyono

Tindak kekerasan ini sudah dimulai sejak tahun 1977.di kawasan PT Freeport Indonesia Timika Papua Ternyata terus berlanjut. sejak 11 Juli 2009 tercatat ada tiga tindak kekerasan di kawasan itu yang menyebabkan dua orang meninggal dan lima luka parah, baik dari sipil maupun Polri

Penembakan Drew Nicolas yang sehari-hari bertugas di Departemen Expert Munical Construction PT Freeportterjadi sekitar pukul 05.30 WIT,di Mile-53 itu saat mobil naas jenis LWB bernomor lambung 01-2587 yang dikemudikan Jon Biggs dengan tiga orang antara lain, korban, Maju Panjaitan, dan Lidan Madandan dalam perjalanan ke Timika dari Tembagapura. Drew Nicolas Grant (38) tertembak pada bagian dada dan leher.

Sementara itu, Markus Rante Alo yang terkena tembakan hari Minggu di bagian punggung dan sempat dirawat intensif di Klinik Kuala Kencana, Timika, Kabupaten Mimika, Papua, akhirnya meninggal dunia sekitar pukul 12.00 WIT. Markus bersama dua rekannya, yaitu Edy Jawaro dan Pieter Bunga, sekitar pukul 10.00 WIT membawa logistik dari Timika menuju Tembagapura. Logistik ini rencananya diberikan kepada aparat keamanan yang sedang melakukan penyisiran pascapenembakan Nicholas Grant. Markus terkena tembakan di bagian punggung, sedangkan Edy Jawaro dan Pieter Bunga terkena tembakan di bagian kaki. Mereka dirawat intensif di Klinik Kuala Kencana dan pada akhirnya nyawa Markus tidak tertolong.

Sebanyak dua anggota Brimob Polda Papua, Rabu (15/7) siang, ditembak orang tak dikenal di sekitar Mile 54, Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika.Seperti dikutip Antara dari Timika, kedua anggota Brimob yang bertugas di Timika tertembak saat mobil yang ditumpanginya melintas di kawasan tersebut. Para penyerang terlebih dahulu menembak roda mobil yang mengangkut anggota Brimob. Kedua anggota itu masing-masing Bripka Jimmy Renhard terkena kaki dan Briptu Abraham Ngamelubun terkena pantat dan paha. Saat ini mereka sedang mendapat perawatan intensif di RS Kuala Kencana, Timika.



Akar Persoalan
Meski tanah Papua dianugerahi kekayaan alam yang luar biasa tetapi rakyat Papua dinilai tetap miskin dan terbelakang. "Tuhan menciptakan kita di atas tanah yang luar biasa. Masyarakat hanya sebagai penonton. Kita telanjang di atas tanah yang kaya ungkap Titus Natkime perwakilan pemilik hak ulayat tanah operasi PT Freeport akibat adanya diskriminasi dan ketidakadilan yang selama ini dilakukan oleh PT Freeport yang mulai beroperasi tahun 1967 .
Kekerasan yang terjadi di Papua akibat adanya ketidakadilan dengan diberikan ruang sangat besar oleh Pemerintah kepada PT Freeport untuk mengeksploitasi kekayaan tanah Papua. "PT Freeport mengeksploitasi dan mengakses kehidupan politik, ekonomi, dan sosial rakyat Papua. Ketika sudah kebablasan, pemerintah tidak berdaya,

Menurut Amir, dalam studi Elsam yang banyak mengkaji persoalan di tanah Papua, kehadiran PT Freeport di Timika mengandung masalah serius, sehingga tidak mengherankan tindak kekerasan masih terus berlangsung, ada dua persoalan pokok di kawasan tambang emas dan tembaga tersebut sehingga tindak kekerasan masih berlanjut. Pertama, Kehadiran PT Freeport tidak memberikan perbaikan hidup bagi orang asli Papua yang tinggal di sekitar kawasan tersebut. Kedua, sejak PT Freeport hadir di sana, pola interaksi antarpersonal maupun suku berubah. Hal ini disebabkan imigrasi besar-besaran orang luar Papua masuk ke daerah tersebut. "Data menunjukkan 70 persen penduduk kota Timika adalah pendatang," ungkap Amir.


Direktur Eksekutif Nasional Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Berry Nahdian Forqan, jalan keluar untuk mengatasi segala kekerasan dan ketidakadilan yang selama ini terjadi di Papua adalah dengan

  1. menghentikan total operasi PT Freeport. "SBY jika punya komitmen terhadap rakyat Papua harus menghentikan operasi PT Freeport," lontarnya.
  2. Pemerintah, tambahnya, juga harus membentuk komite independen yang beranggotakan pakar hukum, lingkungan, sosial untuk mengkaji ulang segala aspek, mulai dari HAM, ekologi, sosial, hingga ekonomi.
  3. pemerintah memfasilitasi konsultasi publik yang menghadirkan rakyat Papua terutama masyarakat sekitar PT Freeport untuk mendapatkan gambaran sebenarnya yang selama ini terjadi.
  4. penegakan hukum terhadap kerusakan lingkungan serta HAM,"
  5. Para pekerja bisa dialihkan untuk pemulihan ekologi dan ekonomi,

siapa pelakunya ?
penggunaan senjata api modern serta ketrampilan pelakunya dalam menggunakannya menimbulkan tanda tanya besar, siapa pelaku penembakan dan siapa penyandang dana atau orang yang dibelakangnya. hal ini mengingat tidaklah mudah mendapatkan senjata api dan harganyapun tidak murah.
berbagai spekulasi beredar diantara argument disampaikan, antara lain oleh Wakil Ketua Komsi III DRP Suripto yang menduga pelaku penembakan di Timka adalah bekas anggota Komando pasukan Khusus (Kopassus) yang disersi. Alasannya, penembakan tersebut tidak mungkin serapi itu kalau tidak dilakukan oleh tenaga profesional dan terlatih.disamping itu di daerah Timika masih banyak mantan anggota Kopassus yang disersi. Namun beliau tidak tahu persis apakah para pelaku itu membuat kerusuhan atas inistaif sendiri atau atas suruhan orang lain, inilah yang perlu dikaji lagi. Namun sebaiknya kita tunggu saja hasil penyelidikan Polri untuk mengungkap teka teki ini.



artikel terkait:

Kekerasan di Papua akibat Ketidakadilan PT Freeport

Konvoi Logistik PT Freeport Ditembaki

Penembakan Timika, Kemungkinan Dilakukan Mantan Anggota Kopassus

Kekerasan Sudah Terjadi di Freeport Sejak 1977

Penembakan Kembali Terjadi di Papua, Dua Brimob Terluka

Polisi Kejar Pelaku Penembakan di Papua

WN Australia, Korban Penembakan di Freeport

Boko Haram Nigeria

Oleh : Kusnadiyono Sip

Sejumlah bangunan dan sebuah kantor polisi dikabarkan mendapat serangan. Serangan terhadap kantor polisi juga terjadi di Wudil, sekitar 20 kilometer dari Kano, kota terbesar di Nigeria Utara. Kondisi keamanan juga dikabarkan memburuk di kawasan dataran tinggi di selatan Bauchi, di mana tahun lalu ratusan orang tewas akibat bentrokan antara warga Muslim dan Kristen. Para pengikut Mohammad Yusuf dikenal dengan sebutan Boko Haram yang artinya "Pendidikan terlarang".

Dalam aksi kekerasan selama empat hari itu, 1.000-an orang Kaum militan Islam bersenjatakan parang dan senjata ap melakukan serangan di sejumlah kantor pemerintah dan pos-pos polisi. secara acak membunuh para perwira polisi dan warga sipil. sejumlah kantor polisi telah diserang dan banyak warga sipil ditarik begitu saja dari mobil mereka kemudian dibunuh. Kota Maiduguri Negara Bagian Borno menderita kerusakan paling parah akibat kerusuhan.

Para pemuda mulai menyerang kantor-kantor polisi pada hari Minggu setelah sejumlah pengikut Mohammad Yusuf ditahan. Laporan mengatakan Boko Haram menimbulkan kecurigaan dalam proses rekrutmen terhadap para pemuda. Selain itu, kepercayaan mereka bahwa pendidikan barat, budaya dan ilmu pengetahuan adalah sebuah dosa. Yusuf memimpin kelompok militan Boko Haram yang ingin menggulingkan pemerintahan dan menerapkan hukum Islam secara keras.

Kantor berita AFP melaporkan, jenazah Yusuf yang penuh lubang peluru ditayangkan di televisi. Pasukan keamanan Nigeria terkenal dengan reputasi buruk dalam melakukan tindakan brutal dan berbagai kelompok hak asasi manusia menuduh mereka sering melakukan pembunuhan sewenang-wenang.

Seorang wartawan Associated Press (AP) yang menyaksikan serbuan di masjid di Maiduguri itu menghitung sekitar 50 mayat terdapat di dalam gedung, dan 50 lainnya di halaman. Serbuan itu dilakukan pada Rabu (29/7) malam waktu setempat, setelah selama beberapa malam sebelumnya berlangsung pembantaian di utara kota Maiduguri. Sekitar 700 orang tewas di kota Maiduguri, Nigeria utara, setelah berlangsung bentrokan antara polisi dan sebuah kelompok garis keras Islam.

Seorang pejabat militer Nigeria, Kolonel Ben Ahanotu, menerangkan, pemakaman massal telah mulai dilakukan mengingat sejumlah jenazah membusuk di bawah terik matahari. Menurut Ahanotu, sebuah kompleks kelompok radikal Boko Haram yang dihancurkan pekan ini oleh pasukan pemerintah telah dijadikan sebagai salah satu lokasi pemakaman massal.

Syariah Islam telah diterapkan secara luas di utara Nigeria, tetapi sejauh ini tidak ada sejarah keterlibatan Al Qaeda di wilayah itu. Nigeria berpenduduk 150 juta jiwa dan terbagi hampir imbang antara penduduk Muslim di utara dan Kristen di selatan. Sejumlah anggota kelompok militan diyakini adalah pendukung seorang ulama asal Maiduguri, Mohammad Yusuf yang mengatakan sistem pendidikan barat tidak sesuai dengan ajaran Islam.

Nama Boko Haram mencuat pascainsiden berdarah di Nigeria sejak Minggu (26/7). Disebut-sebut, sejak muncul pada 2005, kelompok ini dikenal sebagai "Taliban". Meski, mereka tampaknya tidak memiliki kaitan dengan Taliban di Afghanistan.Sebagian analis yakin mereka mendapat ilham dari orang-orang berhaluan radikal di Afganistan. Lalu. sebagian lain mengatakan "Taliban" itu lebih tepat merupakan istilah untuk menertawakan yang dipergunakan oleh warga di Maiduguri, kawasan tempat mereka aktif.

Kelompok tersebut tidak memiliki nama tertentu untuk menyebut dirinya, hanya banyak nama yang dikait-kaitkan dengan kelompok tersebut oleh warga setempat. Boko Haram berarti "pendidikan Barat adalah dosa". Sejatinya, penamaan ini pun bentuk julukan lain yang dipergunakan warga setempat untuk menyebut kelompok tersebut. Namun, meski nama mereka tidak jelas, misi mereka tampak cukup jelas yakni menumbangkan negara Nigeria, menerapkan interpretasi ekstrem atas hukum Islam dan menghapuskan praktik yang mereka sebut "pendidikan gaya Barat".

Berpendidikan tinggi

Pemimpin kelompok tersebut, Mohammed Yusuf, mengatakan pendidikan Barat "menyia-nyiakan keimanan kepada Tuhan yang Esa". "Ada penceramah islam terkemuka yang telah menyaksikan dan memahami bahwa pendidikan gaya Barat dicampuradukkan dengan masalah-masalah yang bertentangan dengan iman kami dalam Islam," kata Yusuf.

"Seperti hujan. Kami yakin (hujan) itu ciptaaan Tuhan bukan penguapan yang ditimbulkan oleh matahari yang mengalami kondensasi dan menjadi hujan," tambahnya. "Seperti menyatakan dunia itu bulat. Jika itu bertentangan dengan ajaran Allah, kami menolaknya. Kami juga menolak teori Darwin," ujarnya.

Yusuf sendiri adalah sosok penuh teka-teki. Dia diyakini berusia pertengahan tiga puluhan, dan para analis mengatakan, dia sangat kaya dan berpendidikan tinggi. "Dia sarjana dan sangat mahir berbahasa Inggris," kata cendekiawan Nigeria Hussain Zakaria. "Dia hidup mewah - orang mengatakan dia mengendari Mercedes Benz. Dan, dia sangat terdidik dalam konteks Barat," ujarnya.

'Sudah diperkirakan'

Meski kerahasian menyelimuti kelompok Nigeria ini, banyak orang di Nigeria mengatakan, serangan-serangan tidak mengejutkan. Mannir Dan Ali, wartawan koran Trust di Abuja, mengatakan, sebuah insiden kecil terjadi awal Juni. Jadilah, peristiwa itu memicu serangkaian pernyataan dari kelompok tersebut yang mengancam akan membalas. "Seluruh situasi ini tampaknya kelalaian intelijen, kelalaian aparat keamanan untuk bertindak sebelum masalah mencapai titik yang tercapai sekarang," kata Ali. "Kami secara harafiah bisa melihat itu terjadi beberapa pekan lalu," katanya. Aparat keamanan dikecam di mana-mana atas sikap yang dipandang sebagai bentuk kesembronoan dalam memantau kelompok tersebut.

Anggota Boko Haram umumnya berasal dari kalangan pemuda patah arang, termasuk mahasiswa dan sarjana pengangguran. Amenu Abu Bakka, wartawan yang meliput kawasan untuk kantor berita AFP, mengatakan, banyak orang yakin aparat berwenang enggan untuk menangani orang-orang militan, sebab sebagian dari mereka berasal dari keluarga kaya yang memiliki hubungan dengan pejabat pemerintahan. "Orang-orang yakin pemerintah tidak ingin menindak orang-orang ini, sebab orang tua mereka akan marah," tambahnya. Kini, (kelompok) ini menjadi monster, pemerintah telah menyadari telah membuat kekeliruan dan lebih dini mereka menangani orang-orang ini, lebih baik," kata Abu Bakka.

Dukungan 'menyusut'

Perselisihan tetap mengemuka soal seberapa besar ancaman yang ditimbulkan kelompok ini, dan cara menanganginya.Juru bicara kementerian penerangan Sunday Dare menyatakan, dukungan bagi orang-orang militan tersebut menyusut."Kami hidup di negara tempat orang cukup terpelajar dan saya rasa rasa masyarakat senang untuk mengambil keputusan mereka mengenai pendidikan Barat, atau lainnya dan bagaimana itu melunturkan nilai-nilai mereka," katanya."Saya tidak melihat barisan mereka membesar," tambahnya.

Sementara itu, Patrick Wilmot, mantan dosen di sebuah perguruan tinggi di Jos, mengatakan, arus utama warga Muslim memandang orang-orang yang dijuluki Taliban itu "sinting"."Mereka tidak perlu dianggap seserius itu, mereka hanya perlu dipantau," tambah Wilmot.

Wartawan BBC Caroline Duffield di Lagos mengatakan, anggota kelompok tersebut memisahkan diri dari warga masyarakat lain. Dia mengatakan, pernah terjadi insiden-insiden warga lokal mencegah mereka menggelar pertemuan di masjid dan tidak banyak warga masyarakat mendukung pandangan mereka.Namun, merebaknya tindak kekerasan memicu kekhawatiran nyata di seluruh Nigeria.

Lebih dari 100 orang terbunuh, sementara gelombang kerusuhan menyebar dari kota Buchi pada Minggu ke negara bagian Borno, Yobe dan Kano pada hari berikutnya. Ironisnya, tidak seorang pun tahu seberapa besar ancaman yang ditimbulkan oleh mereka yang dijuluki Taliban, seberapa besar jumlah anggotanya, atau apa langkah berikutnya yang mereka mungkin tempuh.

salah satu pemimpin kelompok ini ditahan di Kano dan para pengikutnya melawan demi mempertahankan kepercayaan mereka. "Bahkan jika saya ditangkap, akan banyak lagi yang melanjutkan pekerjaan saya," kata Abdulmuni Ibrahim Mohammed sang pemimpin.

Syariah Islam diberlakukan di seluruh kawasan utara Nigeria, namun tak ada catatan aksi kekerasan yang terkait Al Qaeda terjadi di Nigeria. Dari 150 juta warga Nigeria jumlah pemeluk Islam dan Kristen hampir sama banyaknya. Kedua kelompok ini secara umum hidup damai berdampingan, meski di beberapa kawasan kerap muncul aksi kekerasan.

Artikel terkait :

Ratusan Jenazah Tergeletak di Jalan-jalan Nigeria

Dibekuk di Kandang Kambing, Pemimpin Boko Haram Akhirnya Tewas

Tentara Nigeria Serbu Masjid Kelompok Militan

700 Orang Tewas, Semakin Banyak Jenazah Membusuk

Kata Orang..., Mereka "Taliban"

Senin, 31 Agustus 2009

Tentang Blog

Blog ini berusaha menyediakan kajian dan rujukan informasi tentang seluk-beluk terorisme baik di Indonesia maupun dunia internasional. Kajian ini dirasa penting sebagai upaya pencarian solusi berbagai masalah berdimensi kekerasan yang telah berulang kali terjadi di Indonesia. Telaah berbagai kejadian dan pengalaman bangsa lain dalam upayanya mencari solusi.
Blog ini merupakan blog pribadi, tidak mewakili institusi atau lembaga apapun.

Sabtu, 29 Agustus 2009

Terorisme dan Faham Khawarij



Fadhilatus Syaikh Dr. Sholeh bin Sa’ad As-Suhaimi Al-Harbi

Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam kepada yang tidak ada nabi setelahnya… waba’du.

Allah tabaroka wa ta’ala telah memuliakan kita dengan kemuliaan yang agung berupa pengutusan nabinya shallallahu ‘alaihi wa sallam, sehingga Allah keluarkan kita dari kegelapan menuju cahaya, Allah muliakan kita setelah kehinaan dan Allah satukan kita setelah perpecahan, bahkan Allah jadikan kita bersaudara, berkasih sayang dan bersatu padu, tak ada kelebihan bagi seseorang atas yang lainnya kecuali taqwa. Allah berfirman (yang artinya), "Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertaqwa diantara kamu.Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal." [Al-Hujuraat: 13].
Allah juga berfirman (yang artinya), "Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah orang-orang yang bersaudara, dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu daripadanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayatNya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk." [Ali ‘Imran: 103].

Kaum muslimin hidup dalam kenikmatan yang agung dan merekapun berbahagia dengannya pada masa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, sampai munculnya benih-benih perselisihan, yaitu ketika Abdullah bin Saba dan para pengikutnya merongrong pemerintahan ‘Utsman radhiyallahu ‘anhu (inilah ciri khas kelompok khawarij sepanjang sejarah, yakni menentang pemerintahan yang sah, -pent.).

Cikal bakal munculnya khowarij pun telah ada sebelumnya saat penentangan yang dilakukan Dzul Khuwaisiroh At-Tamimiy atas pembagian ghanimah yang dilakukan oleh nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pada hari perang Hunain, dimana Dzul Khuwaisiroh berkata, "Adillah hai Muhammad, karena engkau belum adil", dia juga mengatakan bahwa pembagian itu tidak di atas keridhoan Allah. Kemudian nabi menjawab, "Celaka! Siapa yang akan berbuat ‘adil jika Aku tidak ‘adil, tidakkah kalian percaya kepadaku, sedang Aku dipercaya oleh yang di langit."

Tatkala Umar hendak membunuhnya, nabi melarangnya seraya berkata, "Tahan! Sungguh akan keluar dari turunannya orang ini suatu kaum yang kalian merasa shalat kalian itu rendah bila dibanding shalatnya mereka, demikian pula shaum kalian bila dibanding shaum mereka, mereka kaum yang senantiasa membaca Al-Qur`an namun tidak sampai tenggorokannya, mereka keluar dari agama seperti keluarnya anak panah dari bagian tubuh hewan buruan yang telah dibidik bagian tubuh lainnya."

Arus perselisihan kian memanas dengan semaraknya hizb (kelompok) pembangkang yang menghembuskan gelombang fitnah, perpecahan dan tikaman terhadap Islam pun semakin tajam. Khawarij itulah biang keladinya, mereka memerangi sahabat ‘Ali radhiyallahu ‘anhu, menghalalkan darah kaum muslimin dan hartanya dan menyamarkan jalan yang lurus serta memerangi Allah dan RosulNya.

Maka Ali radhiyallahu ‘anhu segera membungkam fitnahnya, memerangi mereka bahkan Dzul Khuwaisiroh pun terbunuh, kemudian mereka merencanakan untuk membunuh sejumlah para sahabat hingga Ali radhiyallahu ‘anhu pun berhasil mereka bunuh.

Fitnahnya (khawarij) terus membara, kadang terang-terangan kadang juga sembunyi-sembunyi sampai hari ini dan sampai yang paling akhirnya akan keluar bersamaan dengan Dajjal, seperti yang diberitakan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Akhir-akhir ini muncul kembali suara-suara, artikel-artikel dan seruan-seruan dari orang-orang yang picik akalnya, mengajak kepada perpecahan di dalam tubuh umat, mengajak keluar dari kesatuan yang hakiki dan masuk ke dalam jama’ah yang terkotak-kotak, menyeru kepada sikap ekstrim dan berlebih-lebihan dengan slogan-slogan yang menyilaukan, hingga mencerai-beraikan barisan umat, memprovokasi para pemuda dengan segala macam cara melalui doktrin-doktrin pemikiran khawarij.

Orang-orang yang berpemikiran khawarij ini, menyebarkan kebatilannya dengan menempuh beberapa cara, di antaranya:
  • Meremehkan dakwah kepada tauhid, dengan alasan urusan aqidah telah diketahui banyak orang dan mungkin dapat memahaminya dalam jangka sepuluh menit. Lebih dari itu, merekapun enggan untuk mendakwahkan aqidah yang benar dengan sangkaan akan memecah belah umat.
  • Mencela ulama umat, merendahkan ilmunya dan memalingkan pendengarannya dari para ulama dengan dalih mereka tidak faham kondisi dan bukan ahlinya untuk menyelesaikan problema umat dan mengemban urusan-urusannya. (sering sekali mereka mengatakan ulama tidak paham trik-trik politik atau ulama hanya sibuk dengan tumpukan-tumpukan kitab, -pent)
  • Menjauhkan para pemuda dari ilmu yang syar’i yang berlandaskan kitab dan sunnah serta menyibukan mereka dengan nasyid-nasyid provokasi yang disebar di sana sini lewat media elektronik yang dibaca, dilihat ataupun didengar.
  • Meremehkan keberadaan wulatul umur / pemerintah dan menjelaskan ‘aib-aibnya di atas mimbar atau lewat tindakan-tindakan yang meresahkan serta mentakwil nash-nash yang ditujukan untuk ta’at terhadap waliyyul amri / pemerintah, bahwa nash-nash tersebut untuk imamul a’dhom yakni khalifah kaum muslimin seluruhnya. (Mereka lupa atau pura-pura lupa dengan apa yang telah menjadi konsensus ulama bahwa dalam keadaan berbilangnya wilayah-wilayah Islam, maka setiap wilayah itu punya hak dan kewajiban-kewajibannya terhadap penguasanya, karena itu wajib untuk ta’at dalam hal yang ma’ruf dan haram untuk memeberontaknya selama menegakkan hukum-hukum Allah di tengah-tengah umat).
  • Menghadirkan para pemikir yang berpemahaman khawarij lalu mengumpulkan para pemuda dalam satu halaqoh, mencuci otak mereka dalam pertemuan tertutup, menjauhkan para pemuda dari ulamanya dan dari pemerintahnya serta mengikatkan mereka dengan tokoh-tokoh yang mana pemberontakan dan pengkafiran menjadi jalan pikirannya.
  • Mengajak untuk berjihad, yang dalam pandangan mereka adalah menghalalkan darah kaum muslimin dan hartanya, memprovokasi untuk membuat pengrusakan dan pengeboman (di sejumlah tempat) dengan anggapan bahwa negeri muslimin adalah negeri kafir (alasan mereka mengklaim demikian karena, hukum pemerintahan yang diberlakukannya bukan hukum Islam). (Ini jelas pemahaman yang keliru dan membahayakan, -pent.) karena itu menurut mereka negeri muslimin yang demikian keadaannya adalah negeri jihad, negeri perang. Mereka tanamkan pemikirannya ini lewat sebagian nasyid-nasyid, bahkan sampai pada tahap melatih para pemuda menggunakan segala macam jenis senjata di tempat-tempat yang jauh dari penglihatan, baik di dalam negeri maupun di luar negeri. (Benarlah sabda nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang menyebutkan, kalau mereka itu memerangi ahlil islam dan membiarkan ahlil autsaan / musyrikin. HR. Muslim 4/389 no. 1064. Ibnu Umar berkata, "Mereka bertolak dari ayat-ayat yang diturunkan untuk orang-orang kafir lalu diterapkan pada orang-orang mukmin." HR. Bukhari 14/282, -pent)
  • Menyebarkan buku-buku, selebaran-selebaran dan berkas-berkas serta kaset-kaset yang mengajak pada pemikiran khawarij, pengkafiran kaum muslimin lebih-lebih ulama dan pemerintah, di antara buku-buku tersebut adalah:
    • Karya-karya Sayyid Qutb. Buku yang paling berbahayanya, yang di dalamnya terdapat pengkafiran umat dan celaan terhadap sahabat bahkan terhadap para nabi ialah seperti Fi Zhilalil Qur`an, Kutub wa Syakhsiyat, Al-Adalah Al-Ijtima’iyyah, Ma’alim fi Thariq.
    • Buku-buku Abul A’la Al-Maududy, buku-buku Hasan Al-Banna, Said Hawa, ‘Isham Al-’Atthar, Abu Al-Fathi Al-Bayanuni, Muhammad Ali As-Shabuniy, Muhammad Hasan Hanbakah Al-Maidani, Hasan At-Turaby, Al-Hadiby, At-Tilmisani, Ahmad Muhammad Rosyid, Isham Al-Basyir, (juga buku-buku DR. Abdullah Azzam Al-Mubarok, Fathi Yakan, dan buku "Aku Melawan Teroris" Imam Samudra, -pent.)
    • Buku-buku dan kaset-kaset Muhammad Surur bin Nayif Zaenal Abidin pendiri / pimpinan Yayasan Al-Muntada -London- (dulu di indonesia pun ada yayasan yang bernama Al-Muntada -Jakarta-, namun kini telah berubah nama menjadi Al-Sofwah -Jakarta-).
Buku-buku seperti ini bila dibaca oleh pemuda yang belum matang pemikirannya dan tidak punya kemampuan ilmu, akan dapat merusak akalnya. Ia akan berjalan di belakang angan-angan, siap untuk menjalankan tuntutan-tuntutannya walaupun harus membunuh dirinya, atau lainnya dari kaum muslimin, atau membunuh orang-orang yang mendapat jaminan keamanan, demi untuk mencapai tujuan SYAHID DI JALAN ALLAH dan SURGA, seperti yang digambarkan oleh para tokoh-tokohnya bahwa inilah jalan yang benar, siapa yang menempuhnya ia akan mendapatkan cita-citanya dan sukses meraih ridlo Allah.
Maka pengkafiran, pengeboman, pengrusakan di negeri kaum muslimin dan keluar dari manhaj salafusshalih adalah jalan petunjuk. (walaupun banyak dari mereka saat ini mengaku pengikut manhaj salaf, namun itu semua hanya kedustaan semata, dan usianya pun takkan lama, -pent).Untuk menyelamatkan diri dari pemikiran takfir (khawarij) ini sudah sepatutnya bagi masing-masing pribadi atau keseluruhannya mengambil langkah-langkah berikut ini:
  • Menyeru para pemuda agar berpegang teguh kepada kitab dan sunnah serta kembali pada keduanya dalam setiap urusan, karena keduanya adalah pagar yang dengannya Allah akan menjaga dari kebinasaan.
  • Mengokohkan pemahaman terhadap kitab dan sunnah sesuai dengan manhaj salafus sholeh, namun ini tidak akan dapat terwujud kecuali bila kaum muslimin bertafaqquh kepada para ulama robbani yang menjaga Kitabullah dan Sunnah rosulNya dari penyelewengan dan kebatilan serta ta’wilnya orang-orang jahil. Allah berfirman (yang artinya), "Maka tanyakanlah olehmu kepada orang-orang yang berilmu jika kamu tiada mengetahui." [Al-Anbiya: 7]. Allah juga berfirman (yang artinya), "Dan apabila datang kepada mereka suatu berita tentang keamanan ataupun ketakutan, mereka lalu menyiarkannya. Dan kalau mereka menyerahkannya kepada Rosul dan ulil amri (ulama) di antara mereka, tentulah orang-orang yang ingin mengetahui kebenarannya (akan dapat) mengetahuinya dari mereka (Rosul dan ulul amri)." [An-Nisaa: 83]. Dan menutup jalan orang-orang yang membuat kerusakan di muka bumi yang memunculkan fatwa-fatwa tanpa ilmu, dan memalingkan pendengarannya dari para ulama serta menyifati para ulama dengan sesuatu yang sebetulnya justru layak ada pada mereka sendiri. Maka berkumpulnya para pemuda di sekitar para ahli waris nabi yang mendalam bidang keilmuannya adalah proteksi dengan ijin Allah dari para perampok yang menyebarkan kebatilan-kebatilan dimana mereka mengira bahwa tidak ada rujukan yang dapat mengikat para pemuda.
  • Menjauh dari sumber-sumber fitnah, menghindar dari kejelekan-kejelekannya dan akibat negatifnya. Allah berfirman (yang artinya), "Dan peliharalah dirimu dari siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kamu." [Al-Anfaal: 25]
  • Berkomitmen dengan kesatuan kaum muslimin dan penguasanya serta menancapkan pemahaman yang benar dalam hal keta’atan terhadap pemeritah (yakni dalam hal yang ma’ruf). Allah berfirman (yang artinya), "Hai orang-orang yang beriman, ta’atilah Allah dan ta’atilah RosulNya dan ulil amri di antara kamu." [An-Nisaa`: 59]. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (yang artinya), "Siapa saja yang melihat sesuatu yang tidak disenangi dari penguasanya, maka hendaknya bersabar, karena siapa yang memisahkan diri dari kesatuan walau sejengkal kemudian mati, maka mati dalam keadaan jahiliyah." Imam Bukhari meriwayatkan dalam Shahihnya hadits yang panjang dari sahabat Hudzaifah. (Dalam hadits itu ia berkata,) "Apa yang harus kulakukan bila menjumpai hal itu?" Rosul menjawab, "Engkau tetap komitmen dengan jamaah muslimin dan penguasanya / imamnya". "Bila tidak ada jamaah dan imamnya," lanjut Hudzaifah. Rosul menjawab, "Engkau jauhi semua firqoh-firqoh walau harus menggigit akar pohon sampai engkau mati engkau tetap seperti itu."
  • Bersungguh-sungguh untuk mencermati segala perkara dengan benar, memahaminya dan menelitinya serta mengukur bahayanya. Seorang mukmin tidak boleh tertipu dengan perkara-perkara yang transparan, tetapi ia harus mawas diri dan waspada terhadap segala yang tengah berlangsung di sekitarnya, disertai dengan keteguhan dan tidak goyah dari manhaj yang benar, tidak boleh pula terburu-buru mengeluarkan vonis / hukum atau berkecimpung dalam masalah-masalah syar’i tanpa ilmu.
  • Mengembalikan istilah-istilah iman, din, vonis kafir atau fasiq atau bid’ah kepada rambu-rambu syar’i yang didukung kitab dan sunnah, serta berhati-hati dalam menjatuhkan hukum terhadap muslimin tanpa ketentuan yang valid, karena yang demikian itu sangat berbahaya, seorang muslim haram untuk mengkafirkan saudaranya yang muslim secara khusus walaupun ia melakukan hal-hal yang menyebabkan kekufuran, kecuali bila terpenuhi syarat-syaratnya dan hilang perkara-perkara yang mencegahnya dari vonis kafir. Inilah sebagian perkara yang harus diperhatikan oleh seorang muslim ketika timbul fitnah yang memilukan, karena itu wajib bagi semua pihak, baik pemerintah ataupun rakyat, ulama ataupun pelajar agar bersungguh-sungguh menghadang fitnah ini dan mencabut dari akar-akarnya terlebih apa yang terjadi di hari-hari ini berupa fitnah takfir (faham khawarij). Fitnah ini sudah menjalar sampai pada tahap menghalalkan darah kaum muslimin dan hartanya serta merusak fasilitas-fasilitasnya dengan menggunakan bom dan alat perusak lainnya.

Orang-orang yang picik akalnya lagi muda usianya diprovokasi oleh tandzim-tandzim yang menipu, tulisan-tulisan yang tidak bertanggung jawab dan fatwa-fatwa yang menyesatkan sehingga menyulap mereka menjadi para perusak, memerangi kaum muslimin dan merampas hartanya dan membunuh orang-orang yang mendapat jaminan keamanan serta merampas hartanya. Mereka namakan yang demikian itu dengan nama JIHAD.

Diambil dari ceramah, Fadhilatus-Syaikh Dr. Sholeh bin Sa’ad As-Suhaimi Al-Harbi
yang berjudul "Al-Irhab Asbabuhu wa ‘Ilajuhu wa Mauqiful Muslim minal Fitan".
Diringkas dan ditranskrip oleh Al Ustadz Abu Hamzah Al-Atsary
Sumber: Buletin Al Wala’ Wal Bara’
Edisi ke-38 Tahun ke-3 / 26 Agustus 2005 M / 21 Rajab 14

Makna Terorisme Menurut Islam



Asy Syaikh Sholih bin Ghonim As-Sadlan
Dalam wawancara Harian “Asy-Syarq Al-Ausath” dengan Syeikh Sholih bin Ghonim As-Sadlan mengenai masalah irhab (terorisme), beliau berkata: “Bila kita hendak berbicara tentang irhab, sudah selayaknya untuk meletakkan gambaran tentang makna irhab. Apakah irhab itu secara bahasa ?, dan apa yang dimaksud dengannya secara istilah?

Al-Irhab secara bahasa adalah melakukan sesuatu yang menyebabkan kepanikan, ketakutan, membuat gelisah orang-orang yang aman, menyebabkan kegoncangan dalam kehidupan dan pekerjaan mereka dan menghentikan aktivitas mereka serta menimbulkan gangguan dalam keamanan, kehidupan dan interaksi.

Adapun maknanya dalam syari’at adalah segala sesuatu yang menyebabkan goncangan keamanan, pertumpahan darah, kerusakan harta atau pelampauan batas dengan berbagai bentuknya. Semua ini dinamakan irhab.

(Allah) Ta’ala berfirman :

وَأَعِدُّوا لَهُمْ مَا اسْتَطَعْتُمْ مِنْ قُوَّةٍ وَمِنْ رِبَاطِ الْخَيْلِ تُرْهِبُونَ بِهِ عَدُوَّ اللَّهِ وَعَدُوَّكُمْ

“Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kalian sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kalian meng-irhab (teror) musuh Allah dan musuh kalian”. (QS. Al-Anfal : 60).

Yakni hal itu menyebabkan ketakutan pada mereka dan pengurungan keinginan mereka (yang tidak baik) terhadap kaum muslimin dan hal lainnya. Inilah maknanya secara istilah.

Berangkat dari keterangan di atas tampak bagi kita bahwa Al-Irhab kadang boleh dan kadang haram.

Al-Irhab beraneka ragam hukumnya tergantung dari maksudnya. Keberadaan kita mempersiapkan diri, menambah kekuatan, latihan senjata (militer), membuat senjata dan menyiapkan kekuatan yang membuat irhab terhadap musuh sehingga tidak lancang terhadap kita, agama, aqidah dan individu-individu umat. Ini adalah perkara yang dituntut (diinginkan) keberadaannya pada kaum muslimin. Maka tidak pantas bagi kaum muslimin untuk dilalaikan oleh Al-Lahwu (perkara tidak bermanfaat), perhiasan dan gemerlap kehidupan sehingga lengah dari maksud dan sasaran musuh-musuh mereka. Bahkan wajib bagi mereka untuk memiliki kekuatan sebagaimana firman Allah :

تُرْهِبُونَ بِهِ عَدُوَّ اللَّهِ وَعَدُوَّكُمْ

“Kamu meng-irhab (teror) musuh Allah dan musuh kalian”. (QS. Al-Anfal : 60).

Dan Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

وَنُصِرْتُ بِالرُّعْبِ مَسِيْرَةَ شَهْرٍ

“Saya ditolong dengan Ar-Ru’bi (timbulnya rasa takut/gentar pada musuh) selama perjalanan satu bulan”. (HSR. Bukhary-Muslim dari shahabat Jabir bin ‘Abdillah).

(Maksudnya adalah bahwa yang termasuk salah satu ciri khas Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallam dan umatnya adalah ditimbulkannya rasa takut/gentar pada musuh-musuhnya ketika pasukan kaum muslimin masih berada dalam jarak perjalanan satu bulan dari mereka-ed.).

Inilah Al-Irhab yang disyari’atkan.
Adapun Al-Irhab yang terlarang adalah apa yang dikerjakan oleh pelaku (irhab) ini dengan cara mendatangi orang-orang yang dalam keadaan aman, tentram dan lapang yang tidak mempunyai urusan dengan masalah kekuatan, peperangan dan kezholiman, lalu disergap secara tiba-tiba dengan pembunuhan, perusakan harta benda, menimbulkan berbagai macam ketakutan atau selain itu, terhadap orang kafir atau terhadap kaum muslimin. Diperkecualikan darinya apa yang terjadi antara negara muslim dan negara harby. Kalau negara (muslim) memerangi negara kafir dan tidak ada antara keduanya mu’ahad atau hilif (perjanjian) dan antara keduanya ada peperangan dan saling menyerang secara tiba-tiba, maka dalam keadaan ini (boleh) bagi kaum muslimin untuk melakukan apa yang dengannya bisa mengalahkan musuh mereka, dan menahan musuh dan kezholimannya, mengembalikan harta benda mereka, menjaga bumi dan kehormatan mereka dan selainnya. Semua ini dianggap perkara yang boleh. Adapun apa yang berkaitan dengan irhab terhadap orang-orang yang aman dan lengah dari laki-laki dan perempuan kaum muslimin, orang-orang kafir dan selain mereka, maka mereka itu tidak boleh diserang secara tiba-tiba khususnya kalau antara kaum muslimin dan bangsa-bangsa (kafir-pen.) ini ada mu’ahad, hilif dan selain itu”.
Alih Bahasa: Ustadz Abu Muhammad Dzulqarnain
Sumber : http://www.ahlussunnah-jakarta.com

Wahabisme Versus Terorisme

Membedah Akar Terorisme

Aksi teroris di Hotel JW Marriott dan Hotel Ritz Carlton menoreh luka berat di hati Umat Islam, karena terbukti para pelakunya adalah para aktifis masjid, lulusan pesantren, juru da’wah dan di masyarakat dikenal orang sopan santun, lemah lembut, pendiam dan tidak banyak tingkah, ternyata mereka adalah orang yang sadis, yang tidak mengenal kemanusiaan membunuh manusia dengan bom bunuh diri, hal ini benar-benar mencoreng nama baik Umat dan merusak indahnya syariat Islam.

Bagaimana masyarakat awam yang membenci Islam tidak berkomentar miring terhadap Islam karena memang pelakunya umat Islam. Sementara tokoh-tokoh agama bukannya sedih menyaksikan aksi pelecehan terhadap syariat malah saling lempar tuduhan, sehingga membuat kalangan awam makin bingung mereka harus bagaimana, bergabung dengan aktifis masjid takut terjaring teroris, sementara dalam lubuk hatinya tahu bahwa mereka harus mendalami Islam karena memang fitrah manusia. Maka semua pihak harus bersikap bijak menghadapi soal terorisme, agar tidak menimbulkan kontrofersi dan menuduh pihak-pihak yang belum terbukti bersalah.

Banyak faktor yang bisa memicu aksi terorisme dan gerakan radikal antara lain:

Pertama: Kesenjangan ekonomi, kemiskinan dan pengangguran membuat potensi para pemuda mandek tidak tersalurkan, dan kesempatan itu tidak disia-siakan oleh kalangan yang tidak bertanggung jawab, apalagi para pemuda yang semangatnya sedang bergejolak didekati dengan cara halus maka dengan mudah mereka direkrut karena mereka membutuhkan komunitas yang bisa menyalurkan aspirasinya, apalagi bila otak mereka dicuci bahwa yang menyebabkan mereka miskin adalah orang-orang kafir barat, maka siapa yang tidak terbakar, apa lagi ditanamkan kalau bisa membunuh orang kafir barat akan berbalas surga yang di dalamnya terdapat bidadari-bidadari cantik yang siap menyambutnya, pemuda mana yang tidak tergiur, meskipun harus mati dengan bom bunuh diri.

Kedua: Aksi terorisme sebagai reaksi anak-anak bangsa yang tidak puas melihat kemaksiatan mengepungnya, kemungkaran melilit roda kehidupan, ketimpangan sosial menggurita, korupsi merajalela, prostitusi terbuka lebar, pelanggaran agama makin menggeliat, namun sayang aksi mereka tidak didukung dengan ilmu agama yang memadai dan pemahaman yang lurus di bawah bimbingan ulama yang terpercaya ilmunya maka mereka mengambil jalan pintas dengan aksi terorisme.

Ketiga: Aksi terorisme muncul akibat kesalahan mereka dalam menimba ilmu Islam dan mengambil pemahaman Islam dari orang-orang yang belum diakui kapasitas keilmuan dan keagamaannya, bukan hanya salah teori namun juga salah aplikasi, suatu contoh doktrin jihad, bila mereka belajar dari bukan para ulama dan buku-buku yang menyimpang maka muncul anggapan bahwa semua aksi pembunuhan terhadap orang kafir termasuk jihad meskipun di zona damai dan tidak sedang perang. Padahal dalam pandangan fikih Islam, kafir yang boleh dibunuh hanyalah kafir yang sedang terjun di medan perang.

Keempat: Kurangnya pemahaman terhadap kaidah maslahat dan mafsadah dan hakekat keindahan Islam yang diturunkan untuk menjaga lima pokok kebutuhan hidup manusia yang amat mendasar dan mengharamkan siapapun merusaknya yaitu agama, jiwa, harta, kehormatan dan akal. Maka siapa yang menodai salah satu di antara lima perkara tersebut akan merusak tatanan kehidupan dan menodai inti ajaran Islam, sehingga tidak ada perselisihan di antara para ulama tentang haramnya melenyapkan nyawa orang yang terlindungi baik nyawa muslim maupun non muslim kecuali ada alasan untuk membunuhnya seperti qisas, rajam atau peperangan.

Kelima: Kondisi keamanan dan politik yang tidak stabil banyak dimanfaatkan oleh kelompok terorisme untuk melancarkan aksinya, bahkan negara yang kerap timbul konflik politik menjadi sarang paling subur, apalagi bila ada campur tangan pihak asing yang memanfaatkan situasi goncang, sehingga orang yang miskin iman dan lemah ekonomi sangat mudah diperalat untuk melancarkan target mereka.

Jihad Ala Teroris

Aksi terorisme yang sedang marak terjadi di negeri ini menorehkan rasa sedih dan pilu yang dirasakan kaum muslimin bukan hanya karena melihat terburainya usus para korban, berserakannya jasad para korban, rasa sakit yang dirasakan para korban dan tangisan pilu para keluarga korban, namun rasa sedih dan pilu yang dirasakan kaum muslimin melebihi semua itu karena banyak pihak mengklaim bahwa terorisme bagian dari agama Islam yaitu jihad.

Ajaran agama apapun tidak membenarkan aksi terorisme apalagi Islam agama mulia, rahmatan lil ‘alamin, mustahil membenarkan aksi terorisme dengan bom bunuh diri yang banyak menelan korban dan menimbulkan kerusakan. Jihad dalam Islam diatur dengan aturan syariat, tidak seperti yang dilakukan oleh segelintir orang yang mengatas namakan dirinya jihad fisabililah dan menggelari pelakunya dengan As Syahid dengan membunuh orang-orang kafir sedangkan mereka masuk ke negeri Islam dengan aman dan Rasulullah dengan tegas mengancam siapa saja yang membunuh mereka:

“Barangsiapa membunuh seorang mu’ahid (orang kafir yang ada dalam ikatan perjanjian), maka ia tidak akan mencium aroma surga, padahal aromanya bisa ditemukan (dari jarak) sejauh empat puluh tahun (lama) perjalanan.” (Riwayat Bukhari)

Jika kaum teroris berdalih bahwa mereka tetap boleh dibunuh karena meskipun mereka datang tidak perang senjata tapi mereka datang dengan serangan pemikiran. Maka harusnya perang pemikiran harus dilawan dengan pemikiran bukan dengan pengeboman, realitanya yang mati bukan hanya orang kafir, orang muslimpun banyak yang mati, padahal Nabi bersabda: “Hilangnya dunia lebih ringan di hadapan Allah ketimbang lenyapnya nyawa seorang muslim.”

(Ibnu Majah)

Adapun penegakan jihad (qithal) hanya menjadi wewenang pemimpin negara, dialah yang memegang komando jihad, mengibarkan panji peperangan, menyusun strategi perang, dan memilih serta mengerahkan pasukan.

Wahabisme Versus Terorisme

Tersebar isu bahwa aksi teroris dikaitkan dengan kelompok Islam tertentu yang mereka sebut dengan kelompok wahabi. Pengkaitan aksi terorisme dengan kelompok wahabi merupakan bola api liar yang sangat berbahaya dan bisa mengenai siapa saja yang memperjuangkan pemurnian Islam. Sehingga saling lempar tuduhan, bahkan ada yang menyatakan bahwa kelompok teroris adalah mereka yang suka membid’ahkan kelompok lain maka hal ini bisa mengenai organisasi Muhamadiyah, al-Irsyad, Persis atau kelompok mana saja yang memperjuangkan kemurnian ajaran Islam.

Sebenarnya, Wahabi merupakan firqah sempalan Ibadhiyah khawarij yang timbul pada abad kedua hijriyah (jauh sebelum masa Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab -ed), yaitu sebutan Wahabi nisbat kepada tokoh sentralnya Abdul Wahab bin Abdurrahman bin Rustum yang wafat tahun 211 H. Wahabi merupakan kelompok yang sangat ekstrim kepada ahli sunnah, sangat membenci syiah dan sangat jauh dari Islam.

Untuk menciptakan permusuhan di tengah Umat Islam, kaum Imperialisme dan kaum munafikun memancing di air keruh dengan menyematkan baju lama (Wahabi) dengan berbagai atribut penyimpangan dan kesesatannya untuk menghantam dakwah Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab atau setiap dakwah mana saja yang mengajak untuk memurnikan Islam. Karena dakwah beliau sanggup merontokkan kebatilan, menghancurkan angan-angan kaum durjana dan melumatkan tahta agen-agen asing, maka dakwah beliau dianggap sebagai penghalang yang mengancam eksistensi mereka di negeri-negeri Islam. Contohnya Inggris mengulirkan isue wahabi di India, Prancis menggulirkan isu wahabi di Afrika Utara, bahkan Mesir menuduh semua kelompok yang menegakkan dakwah tauhid dengan sebutan Wahabi, Italia juga mengipaskan tuduhan wahabi di Libia, dan Belanda di Indonesia, bahkan menuduh Imam Bonjol yang mengobarkan perang Padri sebagai kelompok yang beraliran Wahabi. Semua itu, mereka lakukan karena mereka sangat ketakutan terhadap pengaruh murid-murid Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab yang mengobarkan jihad melawan Imperialisme di masing-masing negeri Islam.

Tuduhan buruk yang mereka lancarkan kepada dakwah beliau hanya didasari tiga faktor:

  1. Tuduhan itu berasal dari para tokoh agama yang memutarbalikkan kebenaran, yang hak dikatakan bathil dan sebaliknya, keyakinan mereka bahwa mendirikan bangunan dan masjid di atas kuburan, berdoa dan meminta bantuan kepada mayit dan semisalnya termasuk bagian dari ajaran Islam. Dan barangsiapa yang mengingkarinya dianggap membenci orang-orang shalih dan para wali.
  2. Mereka berasal dari kalangan ilmuwan namun tidak mengetahui secara benar tentang Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab dan dakwahnya, bahkan mereka hanya mendengar tentang beliau dari pihak yang sentimen dan tidak senang Islam kembali jaya, sehingga mereka mencela beliau dan dakwahnya sehingga memberinya sebutan Wahabi.
  3. Ada sebagian dari mereka takut kehilangan posisi dan popularitas karena dakwah tauhid masuk wilayah mereka, yang akhirnya menumbangkan proyek raksasa yang mereka bangun siang malam.

Dan barangsiapa ingin mengetahui secara utuh tentang pemikiran dan ajaran Syaikh Muhammad maka hendaklah membaca kitab-kitab beliau seperti Kitab Tauhid, Kasyfu as-Syubhat, Usul ats-Tsalatsah dan Rasail beliau yang sudah banyak beredar baik berbahasa arab atau Indonesia.

***

Penulis: Ustadz Zainal Abidin, Lc.

Artikel ini sebelumnya dipublikasikan oleh Koran Republika, edisi Selasa, 25 Agustus 2009

Muhammadiyah: Tak Ada Hubungan Wahabi dan Terorisme

Tuesday, 04 August 2009 10:02 Nasional

Hidayatullah.com– Ajaran yang dikembangkan Syeikh Muhammad bin Abdul Wahab adalah ajaran memurnikan tauhid. Jadi tak ada hubungannya dengan tindakan teror. Pernyataan ini disampaikan Ketua PP Muhammadiyah Dr Yunahar Ilyas, Lc di Jakarta, Selasa (4/8).

Pernyataan ini disampaikan pak Yun, begitu ia biasa dipanggil, seiring dengan berbagai stigma Wahabi yang diberikan oleh beberapa gelintir orang. Sebagaimana diketahui, sejak kasus bom Kuningan, beberapa orang yang sesungguhnya tak mengerti Islam, tiba-tiba dibesarkan TV dengan mengeluarkan stigma Wahabi sebagai biang teror.

Yunahar mengatakan, ajaran pokok Muhammad bin Abdul Wahab adalah pemurnian ajaran Islam dari segala bentuk syirik dan khufarat yang berkembang pesat pada waktu itu. Dari segi fiqih Muhammad bin Abdul Wahab merupakan pengikut Imam Hambali, tetapi tidak fanatik. Artinya, dakwah Syeikh Muhammad bin Abdul Wahab ingin mengembalikan segala sesuatu praktik ibadah ke Al-Quran dan Sunnah. Ini yang disebut dengan kembali pada paham salafusholeh. Sedangkan dari tauhid, dia merupakan pengikut Ahlussunnah wal Jamaah, katanya menjelaskan.

Nah, menurut Dr Yunahar, sebagian orang tak paham dengan ini. Apalagi dengan tuduhan-tuduhan negatif, bahkan dikaitkan dengan terorisme. Selanjutnya, ia juga menilai, dari segi ajaran apa yang disampaikan Syeikh Muhammad bin Abdul Wahab tidak ada celanya. Apalagi dihubung-hubungkan dengan aksi terorisme. Dalam memerangi kemusyrikan, Muhammad bin Abdul Wahab bekerja sama dengan Muhammad bin Saud dari Kerajaan Saudi Arabia.

Karena itu, menurutnya, pengaitan terorisme dengan ajaran Muhammad bin Abdul Wahab adalah tidak betul. Kemungkinan terjadi salah paham atau ada maksud tertentu untuk mendiskreditkan Islam. “Sasaran utamanya Islam, bukan hanya kelompok yang disebut Wahabi. Kalau umat Islam tidak kompak, tinggal menunggu momentum saja untuk memberangus kelompok Islam lainnya,” tuturnya. Di samping itu juga, katanya, istilah Wahabisme sendiri tidak benar. Istilah ini berasal dari pihak luar Islam yang tidak senang dengan ajaran yang dikembangkannya. Dia sendiri dan pengikutnya menyebut sebagai al-muwahhidun, orang yang bertauhid, ucapnya.

Sementara itu secara terpisah, Ketua Umum DDII KH Syuhada Bahri mengungkapkan, ada keinginan dari kelompok tertentu yang tidak ingin melihat Islam berkembang maju. Caranya, dengan mengkaitkan aksi teror dengan ajaran wahabi. “Ajaran Wahabi itu mengajak untuk kembali kepada ajaran yang bersumber dari al-Quran dan Sunnah,” katanya.

Dia menjelaskan, kalau ajaran Wahabi ini dilaksanakan dan diketahui oleh umat Islam secara sadar, akan menjadi kekuatan yang dahsyat yang bisa membawa umat kepada kemajuan. Umat Islam tidak akan terpuruk jika berpegang kepada Al-Quran dan Sunnah. Dia menjelaskan, di Indonesia dahulu yang dianggap Wahabi itu organisasi Muhammadiyah, Persis, dan al-Irsyad. Dia mempertanyakan apakah organisasi-organisasi Islam ini mau disebut teroris. Padahal organisasi Islam tersebut telah lama memberikan kontribusi yang nyata untuk negeri ini, pungkasnya.


Sumber: http://hidayatullah.com/berita/lokal/8956-muhammadiyah-tak-ada-hubungan-wahabi-dan-terorisme-.html

Jumat, 21 Agustus 2009

Syaifuddin Jaelani

Berdasarkan data yang dirilis Mabes Polri, Rabu (19/8/2009), pria pemilik nama lengkap Syaifudin Zuhri bin Djaelani Irsyad itu memiliki tinggi badan 165 cm. Merupakan anak kelima dari Jaelani Irsyad. Masa kecil keduanya dihabiskan di Jalan Giring-giring II/104 Rt 09/10 Sukmajaya, Depok, Jawa Barat. Syaifudin dikenal sebagai seorang ustad yang memiliki pengetahuan agama Islam yang cukup luas, dan disebut-sebut sebagai ustad lulusan sebuah perguruan tinggi di Yaman. seterusnya.....